Semarang – Peneliti di Semarang berhasil mengembangkan sistem pencitraan berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi kanker serviks secara dini. Teknologi ini menargetkan tingkat akurasi hingga 95 persen dan siap menggantikan tes IVA manual yang selama ini digunakan.
Tim peneliti dari institusi kesehatan Semarang merancang sistem AI ini agar deteksi kanker serviks berjalan lebih cepat dan akurat. Saat ini Indonesia masih mencatat angka kasus kanker serviks yang tinggi. Sistem baru ini memanfaatkan algoritma AI untuk menganalisis gambar pencitraan serviks secara otomatis.
Dokter dan peneliti berharap teknologi ini segera diterapkan di fasilitas kesehatan kota Semarang dan Jawa Tengah. Dengan AI, proses diagnosis yang biasanya memakan waktu lama dan bergantung pada pengalaman dokter kini bisa dilakukan dalam hitungan detik dengan hasil lebih presisi.
Manfaat Utama Sistem AI Diagnosis Kanker Serviks Semarang
- Akurasi mencapai 95 persen
- Mendeteksi kanker serviks stadium dini
- Menggantikan tes IVA manual yang subjektif
- Mempercepat penanganan pasien di daerah
Peneliti menyatakan sistem ini akan mengurangi angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia. Saat ini penyakit tersebut masih menjadi pembunuh nomor satu bagi perempuan di tanah air.
Fakta Singkat Riset AI Kesehatan Semarang
- Lokasi : Semarang, Jawa Tengah
- Target akurasi : 95 persen
- Manfaat : Deteksi dini kanker serviks, gantikan tes IVA
- Status : Sudah dikembangkan, siap uji klinis lanjutan
Pemerintah kota dan dinas kesehatan setempat menyambut baik inovasi ini. Mereka berencana memperluas penggunaan teknologi AI di rumah sakit dan puskesmas wilayah Semarang.
Artikel ini akan terus diperbarui jika ada perkembangan uji klinis atau kerjasama dengan rumah sakit di Jawa Tengah. (*)

